Tayangan :

Gambar : Pexels

Tahun-tahun belakangan ini, bekerja dari rumah (WFH) telah menjadi gaya hidup yang tak terhindarkan bagi banyak perempuan yang sebelumnya bekerja di kantor. Namun, jujur, awal-awal mencoba WFH, aku sendiri merasa oleng, saat itu kisaran awal tahun 2021 ketika pandemi covid-19. WFH mulai marak dan menjadi tren yang menyegarkan, terutama bagi ibu-ibu yang ingin tetap produktif sambil lebih dekat dengan anak-anak mereka. Alhamdulillah aku mendapatkan kesempatan itu. 

Mungkin seperti yang lain, tadinya euforia kerja wfh, akupun berpikir yang indah-indah. Asyeek, enak nih bisa kerja fleksibel, kerja dari rumah yang artinya bisa berdekatan slalu dengan buah hati, kerja lebih santai, leluasa mengatur jobdesk, tanpa tekanan dan lepas pantauan cctv bos, mau dasteran, mau kerja sambil rebahan, bebaas…. Eitts, tunggu dulu! Jika kalian berfikir WFH seperti itu, buang jauh-jauh deeh. kalian akan bertemu realita yang tidak sama. Supaya memudahkan, aku akan menyebut kerja WFH ini sebagai kerja remote yah.

EstriShinta Oktober 26, 2023
Read more ...

gambar : Pexels

Satu per satu mereka pun pergi. Sosok-sosok yang dulu merajut kehangatan dan kedekatan, kini perlahan menghilang. Hanya sepotong kenangan yang tersisa, mengisi ruang kosong dalam hati yang semakin sepi. Dan tiba waktumu, Ibu! Aku masih memelukmu dalam ingatanku, bukan dengan bayangan tubuh rapuh yang terakhir kulihat, melainkan dalam kenangan tubuhmu yang bugar dan senyum tercantik yang tak pernah pudar.

Rupanya, sudah dicukupkan perjalananmu sampai di sini. Tak mengapa, karena kutau semua orang pasti ada waktunya. Dan kini waktumu untuk pulang telah tiba. Pulanglah dengan tenang, dengan bahagia, dan tanpa rasa sakit lagi.

EstriShinta September 04, 2023
Read more ...

 

Gambar : Pexels

Tak terasa, waktu terus berjalan tanpa henti. Hari berganti hari, dan tanpa saya sadari tahun berganti dengan cepatnya. Anak yang dulunya saya timang-timang, nyaman dibuaian pun telah tumbuh menjadi dewasa. Sekejap saya bertanya, mengikuti dunia yang terus berputar ini, apakah saya telah mengoptimalkan waktu yang saya miliki dengan baik? Padahal sadar betul saya, bahwa waktu yang saya punya pun tak banyak, semua manusia pasti ada limit kredit nyawanya bukan? Dan hal itu akan habis bila masanya telah tiba.  

Dan sayapun mulai merenungkan tentang waktu. Saya temukan bahwa definisi waktu menurut pemahaman saya bukanlah sekadar jam, menit, atau detik. Sejatinya yang dimaksud dengan waktu adalah manfaat apa yang bisa kita berdayakan di dalamnya, apa yang bisa kita upayakan sehingga kesempatan hidup yang diberikan kepada kita akan bermakna. Inilah esensi waktu yang mulai saya pahami.

EstriShinta Juli 19, 2023
Read more ...

Comments system

[blogger]