Tayangan :

Bidadari Kecil



Ini adalah si sulung sekaligus si bungsu.  Jadi, so pasti banyak harapan, do'a dan impian yang diembannya kelak. Saya dan suami sepakat memberinya nama "Jiwaning Cahya Pangestuti' - setelah beberapa nama cowok yang telah kami persiapkan kandas oleh hadirnya si mungil yang cantik... 
'Jiwaning Cahya Pangestuti' bisa kami artikan kira2x begini: Jiwaning = hati, Cahya = cahaya/ sinar, Pangestuti = Kebaikan, yg kesemuanya berarti: hati yang menyinarkan kebaikan, kurang lebihnya seperti itu artinya...
karena harapan kami tak muluk2x sih, .... smoga Aning-nama panggilannya, bisa menjadi anak yang baik, menurut sama orang tua, cantik, pintar, berprestasi, berguna bagi agama, bangsa dan negara.... hehe... terlalu banyak harapan kami? So pasti semua orang tua menginginkan the best dalam segala hal buat anaknya.
Skala periodiknya begini :
Aning di tahun pertama : wuihhh, lucu... imut... tembem dan menggemaskan
Aning di tahun kedua dan ketiga : pinternya nggak ketulungan....
Aning di tahun keempat : kritis dan, eng-ing-eng.... mulai nih...
Aning di tahun kelima dan keenam : benar2x menguji kesabaran saya dan suami....
misalkan, nih : ketika Ayahnya dengan pelan, "Aning sholat..." Aningku yg bukan balita lagi masih meneruskan mainannya. Sekali lagi, "Aning sholat..." Aning masih meneruskan mainannya, cuek bebek... "Aning sholaaatttt...." Barulah dia beranjak dengan manyun or cemberutnya. Walah2x, tobat saya....
Sempat saya shock akan perubahan drastisnya ini....
Tiap hari tak bosan2xnya saya ngomel dan versi dia, 'Ibu galak banget', wuihhh, sudah diklaim saya oleh bidadari kecil ini.
Kalo saya bilang, "Aning harus mandiri dong, kan sudah besar... yg kreatif gitu lho, jadi anak..."
jawabnya dengan enteng, "Sebenernya aku tuh kreatif, Bu... ibu tuh yg bikin aku nggak kreatif..."
Gedubrakkkk....
Oh, bidadari kecilku....
Saya cuman tarik napas dalam2x....

Tidak ada komentar: